sang penikam

jarum itu tajam
andai tercucuk berdarah
pedih
sakit
ngilu

andai cita-cita menjadi tukang jahit
tajam jarum itu hadap
andai berdoa jarum itu lembut
barangkali kiamat pun masih belum tentu lembut

tiap cita-cita ada pengorbanan
terpulanglah apa yang dikorbankan

masa
darah
jarak
perit
ngilu
suami
anak

sebab dunia tiada 2 pilihan
sebab dunia tiada yang sempurna
sebab dunia adalah penikam

dia beri apa yang kita bagi
tiada yang kita terima kalau tidak memberi
pilihlah